logo

31/10/18

BEJAT! Retno Wulandari Sekarat, Tetap Diperkosa

BEJAT! Retno Wulandari Sekarat, Tetap Diperkosa

NUSANEWS - Polres Sukoharjo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Retno Ayu Wulandari. Fakta barupun terkuak, kalau tersangka IA menyetubuhi korban dalam kondisi sekarat.

Dilansir JawaPos.com, aksi ini diperagakan tersangka dalam adegan ke 13 saat rekonstruksi yang diadakan, Senin (29/10) di kawasan persawahan.

Sebelumnya, tersangka memang terus mengajak korban untuk berhubungan badan dengannya.

Akan tetapi, ajakan tersangka itu terus ditolak korban. Bahkan korban sempat dipukuli oleh tersangka. Setidaknya ajakan tersebut disampaikan tersangka sebanyak dua kali.

Hal itu terungkap dalam adegan rekonstruksi. Karena terus ditolak oleh korban, tersangka yang saat itu sudah di bawah pengaruh minuman keras menjadi tersulut emosinya.

Korban pun mengambil balok kayu yang ada di sekitar persawahan. Balok tersebut langsung dipukulkan ke tubuh bagian belakang korban. Korban pun tersungkur tidak sadarkan diri.

Pada kondisi tersebut, tersangka bukannya panik atau lari meninggakan korban yang sudah berlumuran darah.

Tetapi, tersangka justru melepas celana korban. Tersangka kemudian menyetubuhi korban yang sudah dalam keadaan sekarat.
Tetapi, aksi IA ini terhenti saat ada warga yang mendekat ke tempatnya.

Akhirnya, tersangka tidak melanjutkan aksinya menyetubuhi korban. Dalam adegan selanjutnya, tersangka mengangkat tubuh korban dan menceburkannya ke sawah. Ini dilakukan tersangka agar korban terlihat seperti baru saja kecelakaan.

Setelah menceburkan tubuh korban ke sawah. Tersangka kembali membawa tubuh korban ke tepi jalan yang tidak jauh dari lokasi. Tersangka meletakkan tubuh korban yang sudah sekarat di pinggir jalan.

Kemudian, tersangka kembali ke teman-temannya dan mengatakan korban mengalami kecelakaan. “Iya seperti terlihat tadi, ada fakta bahwa tersangka menyetubuhi korbannya,” ucap Kapolsek Gatak, AKP Yulianto saat ikut mengamankan jalannya rekonstruksi.

Tetapi, Yulianto mengatakan, bahwa penanganan kasus pembunuhan tersebut sepenuhnya ditangani Reskrim Polres Sukoharjo. Pasalnya, di Polsek tidak ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...