logo

26/10/18

Bawaslu Putuskan Jokowi-Ma’ruf Bikin Pelanggaran Kampanye, tapi Gak Berani Kasih Sanksi

Bawaslu Putuskan Jokowi-Ma’ruf Bikin Pelanggaran Kampanye, tapi Gak Berani Kasih Sanksi

NUSANEWS - Putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang melimpahkan semua tanggung jawab menghentikan iklan videotron kepada pihak pemasang iklan kampanye, bukan memberikan sanksi terhadap pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin, disesalkan.

Pelapor kasus Videotron Jokowi-Ma’ruf, Sahroni mengapresiasi putusan hakim yang mengabulkan sebagian tuntutannya.

Namun dia merasa tidak puas karena Bawaslu sama sekali tidak melanjutkan pengusutan kasus itu ke ranah pidana.

“Ya itu tidak benar. Karena dalam aturan Bawaslu sendiri bahwa kewajiban Bawaslu menelusuri sampai ada tidaknya tindak pidana atau tidaknya,” sesal Sahroni saat ditemui usai sidang di kantor Bawaslu DKI, Jakarta Utara, Jumat (26/10).

Menurut dia, sesuai dengan Ayat 7 Pasal 34 Peraturan KPU 23/2018 terkait pelanggaran kampanye, pasangan calon peserta Pemilu lah yang bertanggung jawab. Makanya ditekankannya, Bawaslu DKI ragu dalam mengeluarkan putusan.

“Pasangan calon atau peserta Pemilu yang bertanggung jawab ini siapa, pasangan nomor urut 01 itulah seharusnya yang bertanggung jawab. Saya melihat bahwa putusan ini sangat ragu untuk mengatakan demikian,” pungkas Sahroni.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...