logo

Bawaslu Paparkan Aturan Medsos di Acara Ngobrol Pilpres

Bawaslu Paparkan Aturan Medsos di Acara Ngobrol Pilpres

NUSANEWS -  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulsel menggelar dialog Ngobrol Politik dan Deklarasi Pemlilu Damai di Warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (13/10/2018).

Acara bertajuk ‘Peran Generasi Milenial Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 yang Damai dan Berkualitas’ itu, menghadirkan empat narasumber yakni dari Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Pengamat Politik Sosial Media Anwar Abugaza, dan Mahasiswa Pasca Fisip Unhas Rahmat HM.

Dialog yang banyak membahas soal partispasi sosial media dalam kontestasi Pileg dan Pilpres 2019. Rahmat HM menilai, terkadang akun media sosial dijadikan alat untuk menyebar ujaran kebencian.

“Kita harus jadikan pemilu sebagai agenda membangun partispasi ide, khususnya bagi generasi milenial. Ini penting, sebab semangat kritis mahasiswa dan pemuda diharapkan mampu menjawab problema yang ada,” jelas Rahmat HM.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad menegaskan, dalam momentum pesta politik saat ini, pihak penyelenggara Pemilu telah mendorong sejumlah kebijakan agar terciptanya Pemilu yang berintegritas.

Misalnya, kata Saiful Jihad, PKPU telah mengatur tentang jumlah akun medsos dari Partai Politik. Saiful Jihad menegaskan, parpol maksimal memilik 10 akun per media sosial.

“Jadi hanya 10 akun permedia sosial, mislanya facebook 10 akun, twitter juga 10 akun dan lain lainya juga,” ungkap Saiful Jihad.


SUMBER © NUSANEWS.ID

KOMENTAR PEMBACA

loading...