logo

24/10/18

Banser Belum Minta Maaf, PA 212: Membiarkan Perpecahan Bangsa

Banser Belum Minta Maaf, PA 212: Membiarkan Perpecahan Bangsa

NUSANEWS - Persaudaraan Alumni 212 menyinggung sikap angkuh pimpinan Barisan Ansor Serba Guna atau Banser Nahdlatul Ulama, yang hingga kini belum menyampaikan pernyataan maaf atas ulah anggotanya yang membakar bendera bertuliskan lafaz tauhid di daerah Garut, Jawa Barat, Senin lalu, 22 Oktober 2018.

Menurut juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, dengan belum mengakui kesalahan atas apa yang terjadi di Garut hingga saat ini, menjadi indikasi bahwa Banser membiarkan perpecahan terhadap anak bangsa. Banser dituding membiarkan, agar kondisi negara ini menjadi kisruh.

"Sampai saat ini, Banser masih dengan sifat angkuhnya belum menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya dan ini jelas indikasi untuk mengadu domba anak bangsa dan memecah belah bangsa.

Ini semakin tercium, diduga ada rencana busuk untuk negara ini caos, sehingga pemaksaan keadaan darurat untuk memaksakan calon tunggal karena upaya kriminalisasi tokoh gagal dengan ulah Ratna Sarumpaet, sehingga dibuat permainan baru dengan menyulut kemarahan umat Islam, dengan pembakaran bendera tauhid. Bahwa ormas Banser sudah membuat kegaduhan dan keresahan luar biasa dalam penistaaan agama," kata Novel kepada VIVA, Rabu 24 Oktober 2018.

Selain itu, Novel menuntut, agar Banser harus dibubarkan sesuai dengan undang-undang keormasan. Ini, karena Banser telah membuat kegaduhan dan keresahan luar biasa dalam penistaaan agama.

"Maka sesuai hukum yang berlaku, yaitu UU Ormas Nomor 16 tahun 2017 Pasal 59. Dengan aturan ini, Banser wajib dibubarkan, karena justru Ketua Banser Yaqut Qoumas, justru memprovokasi yang akhirnya umat Islam juga melaporkan ketua Banser ini," katanya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...