logo

14/10/18

Bagi Fadli Zon, Pidato Jokowi Justru Tunjukkan Mental Pemimpin Inferior

Bagi Fadli Zon, Pidato Jokowi Justru Tunjukkan Mental Pemimpin Inferior

NUSANEWS - Pidato Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group mendapat banyak pujian. Dalam pidato itu Jokowi mengambil tamsil film serial “Game Of Thrones” untuk menggambarkan situasi perekonomian global.

Namun demikian, di mata Wakil DPR RI Fadli Zon pidato Jokowi itu justru menunjukkan sikap pemimpin negara yang lemah. Sebab dalam pidato itu, Jokowi sempat menyatakan, “kami bergantung pada bapak/ibu semuanya, para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global”.

“Sebagai tuan rumah, mestinya posisi Indonesia diuntungkan untuk dapat menyampaikan masukkan serta kritik terhadap IMF,” ujar Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya, @fadlizon, Sabtu (13/10).

Kata wakil ketua umum Gerindra itu, selain analogi “Games of Thrones" yang tak relevan dengan situasi saat ini, jika disimak baik-baik, pidato Presiden Jokowi di forum tersebut juga menunjukkan ekonomi Indonesia yang lemah di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Jika demikian, apa yang patut diapresiasi dari pidato tersebut?” tegasnya.

Fadli menilai pidato Jokowi itu tidak punya substansi penting bagi bangsa Indonesia di hadapan IMF. Hal ini lantaran pidato Jokowi di forum IMF, menyiratkan kecemasan akut. Sebab, Jokowi seakan meminta belas kasihan kepada negara besar dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

“Sangat disayangkan di forum tersebut, sikap mental yang dipertontonkan presiden justru mental inferior yang mengemis belas kasihan negara besar,” terangnya.

Di sisi lain, pidato tersebut justru menunjukkan pemerintah Indonesia sedang tak percaya diri dengan arah kebijakannya dalam mengatasi kondisi rupiah yang terus terdepresiasi.

Sebagai tuan rumah, seharusnya Jokowi bisa kembali melontarkan kritik terhadap IMF sebagaimana pernah disuarakan pada tahun 2015 dalam momen peringatan Konferensi Asia Afrika.

“Isu ketidakadilan global, ketimpangan, serta kritikan Indonesia atas dominasi negara-negara besar dalam arsitek keuangan global, mestinya kembali disuarakan. Jika itu yang kemarin disampaikan, pidato presiden patut kita apresiasi,” tukasnya. [ian]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...