logo

02/10/18

56 Siswa Siswa Sayat Tangan, Disdik Pekanbaru Keluarkan Surat Edaran

56 Siswa Siswa Sayat Tangan, Disdik Pekanbaru Keluarkan Surat Edaran

NUSANEWS -  Pemkot Pekanbaru mengeluarkan surat edaran ke sekolah setelah ditemukan kasus penyimpangan sejumlah siswa di SMP 18 Pekanbaru. Surat edaran itu berisi agar pihak sekolah lebih waspada terhadap makanan dan minuman berbahaya serta mewaspadai dampaknya yang merusak siswa.

"Kita sudah mengirim surat edaran kepada semua sekolah di Pekanbaru agar mewaspadai makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya," ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru, Jamal Maladi, Selasa (2/10/2018).

Disdik Pekanbaru pun baru menerima surat dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa para siswa yang menyayat diri bebas dari zat yang mengandung benzo (zat bius) maupun terbebas dari narkoba.

"Informasi awalkan mereka melakukan itu karena terpengaruh minuman energi. Namun hari ini baru keluar hasil lab dari BPOM kalau semuanya negatif," ucapnya.

Namun, surat edaran ke semua sekolah di Pekanbaru harus dipatuhi mengingat banyak ditemukan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya. "Kita minta sekolah memeriksa kantin. Pastikan siswa mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat," imbuhnya.

Terhadap insiden puluhan siswi yang melakukan penganiayaan karena pengaruh tayangan vidoe kekerasam, Jamal meminta semua pihak melakukan pengawasan. "Kepada sekolah kita intruksikan untuk lebih meningkatkan razia ponsel siswa jangan sampai di dalamnya ada konten negatif," jelasnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu sejumlah siswa SMP 18 ketahuan menyayat diri dengan benda tajam. Mereka menyayat tangan dengan pecahan kaca dan jarum pentul karena terobsesi video yang menyebar di grup media sosial, facebook, Instagram dan whatsapp.

Perilaku menyimpang itu menurut siswa dilakukan karena mengalami banyak masalah. Sejumlah siswa mengaku setelah menyayat diri mereka merasa puas walau fisik mereka merasa sakit karena terluka akibat sayatan.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...