logo

16/09/18

SBY Dikaitkan Century, Ani Yudhoyono: Fitnah Pihak Asing, Motif Politik yang Disebar Orang Indonesia

SBY Dikaitkan Century, Ani Yudhoyono: Fitnah Pihak Asing, Motif Politik yang Disebar Orang Indonesia

NUSANEWS - Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono, ikut menanggapi soal nama SBY yang dikaitkan dalam kasus Century.

Hal tersebut disampaikan di akun Instagram-nya, @aniyudhoyono, Sabtu (15/9/2018).

Ani Yudhoyono unggah beberapa artikel yang berisi tentang SBY yang klarifikasi soal namanya dicatut dalam kasus Bank Century.

Dalam keterangannya, Ani mengatakana bahwa nama SBY yang dikaitan dalam Bank Century merupakan fitnah.

"Fitnah yang sangat jahat dari pihak Asing," ujar Ani Yudhoyono.

Menurutnya, berita tersebut dibuat mempunyai motif politik yang disebarkan oleh orang Indonesia.

"Kemudian dengan motif dan tujuan politik disebarkan oleh orang-orang Indonesia sendiri," imbuhnya.

"Agar kebenaran dan keadilan tegak, simak penjelasan yang tegas dan gamblang dari SBY," tambahnya.

Ani juga menambahkan bahwa pihak SBY akan melayangkan gugatan kepada buat dan penyebar berita tersebut.

"Pihak SBY akan melakukan gugatan bagi yang membuat dan menyebarluaskan fitnah ini," ujar Ani Yudhoyono.

Diketahui, nama SBY dikaitkan dalam kasus Bank Century oleh sebuah media asing.

pencatutan nama tersebut berujuang gugatan terhadap Asia Sentinel dan penulis berita, John Berthelsen oleh Partai Demokrat.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.

Dilansir dari Tribunnews Bogor, ia mengatakan apa yang disampaikan oleh media asing tersebut tidaklah benar, seperti penyampaian Bank Century memiliki uang hingga sekitar Rp120 triliunan, padahal yang dibailout Rp5,7 triliunan.

Menurut Ferdinand SBY hanya tertawa saat tahu ada berita tersebut.

"SBY menyampaikan ke kami (Partai Demokrat) sambil tertawa, ya kalau saya (SBY) punya Rp120 triliun sudah dari Demokrat capres dan cawapresnya. Sampaikan ke media itu tidak benar sama sekali tidak ada nama Pak SBY terlibat," kata Ferdinand di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018) mengutip Tribunnews.com.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...