Headline

logo
Puluhan Kader Militan PKS Mundur Massal

Puluhan Kader Militan PKS Mundur Massal


NUSANEWS - Berita mengejutkan muncul dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Puluhan kadernya dikabarkan mundur dari keanggotaan partai tersebut. Tercatat sedikitnya ada 30 kader yang menyatakan keluar.

Belum diperoleh keterangan jelas penyebab mundurnya 30 kader partai berlambang bulan sabit kembar dan padi emas ini. Yang jelas, beberapa diantaranya merupakan kader senior yang telah puluhan tahun berada dijajaran pengurus.
Ketua DPD PKS Kuningan, H Agus Budiman SPt belum bisa dikonfirmasi. Sedangkan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Saipuddin SSi, tidak mengiyakan kabar mundur missal tersebut. “Info darimana tuh?” kata Saipuddin balik bertanya.

Dari keterangan yang diperoleh Radar Kuningan, salah satu yang menyatakan keluar dari PKS itu KH Mohammad Sabiqin Lc, mantan anggota DPRD Kuningan sekaligus mantan anggota DPRD Jabar. Ia merupakan kader senior bahkan sesepuh PKS Jabar yang pernah menjadi Ketua Kaderisasi DPW PKS Jabar.

Saat dikonfirmasi, ternyata Sabiqin membenarkan pengunduran dirinya. “Iya, gak nyaman saja dengan PKS seperti sekarang,” singkat ulama yang kini menjadi pimpinan Ponpes Husnul Khotimah itu.

Selain Kyai Sabiqin, yang juga mundur dari PKS adalah H Sanwani SH selaku Kepala Divisi Dakwah Husnul Khotimah dan Caleg nomor urut 1 Dapil Kuningan IV. Karya Abdi, bacaleg Dapil II. Nenen Mulyani, bacaleg Dapil V.

Atas pengunduran diri dari keanggotaan PKS, maka otomatis mengundurkan diri juga dari pencalegan untuk DPRD Kuningan.

Meski belum ada keterangan resmi, portal ini memperoleh informasi, Jumat (14/9/2018) siang, DPD PKS Kuningan kedatangan pengurus DPP. Diantaranya KH Dr Surahman Hidayat, KH Khozin Abu Faqih dan KH Lili Nur Aulia.

Tujuan kedatangan pengurus DPP PKS tersebut untuk menguatkan kader PKS Kuningan. Pada saat diminta baiat ulang, 30 kader menolak. Justru dijawab dengan surat pengunduran diri, hingga membuat suasana menjadi haru.

Alasan keluar partai, sebagian besar akibat ketidaknyamanan terhadap situasi internal PKS pusat yang membuat kebijakan pemecatan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan tersebut memicu PKS terbelah. (Koran Radar)

© NUSANEWS.ID
loading...
BERI KOMENTAR