Headline

logo
Jokowi Menang Lagi Kalau Berhasil Pulihkan Ekonomi Nasional

Jokowi Menang Lagi Kalau Berhasil Pulihkan Ekonomi Nasional


NUSANEWS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kian terpuruk bukan semata karena kondisi ekonomi global, melainkan juga dampak dari kinerja tim ekonomi pemerintah.

Menurut ekonom senior Anwar Nasution, jika ingin kembali menjabat kursi RI 1, Presiden Joko Widodo harus mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi total semua anggota kabinet bidang ekonomi.

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah yang ambrol berimbas pada kehidupan masyarakat kian susah. Hal itu karena masih banyak kebutuhan masyarakat yang dihimpun dari luar negeri.

"Kalau impor dinaikkan, harga tempe akan naik karena kedelainya itu impor. Mati rakyat, mati rakyat demo lagi nanti padahal kita mengharapkan Pak Jokowi akan ronde yang kedua," katanya usai menghadiri diskusi bertajuk 'Bisakah Bersatu Menghadapi Krisis Rupiah' di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/9).

Agar bisa melanjutkan periode kedua 2019-2024, Jokowi sudah saatnya tidak lagi dikelilingi menteri-menteri yang tidak kompeten di bidang ekonomi.

Mantan deputi gubernur senior Bank Indonesia itu pun mengulas beberapa kinerja menteri yang menurutnya tidak berkompeten.

"Apa yang mereka lakukan, Rini Soemarno coba ada tidak BUMN yang melakukan ekspor, tidak ada. Sri Mulyani tax ratio 10 persen apa yang dilakukan, tidak ada. Jelas lemah. Kalau saya, saya pecat itu semuanya," papar Anwar.

Dia mengaku yakin kalau Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet untuk mengganti Sri Mulyani dan Rini Soemarno dengan orang-orang yang kompeten, kondisi ekonomi bangsa akan kembali pulih dalam waktu singkat, bahkan sebelum gelaran Pilpres 2019.

Kondisi tersebut akan membawa kemenangan mudah bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

"Justru sekarang ini kalau Jokowi tegas ya harus ditunjukkan ketegasannya supaya dia kepilih lagi. Kalau besok sebentar lagi krisis, jelas Jokowi akan hancur. Kalau ekonomi krisis Jokowi akan hancur. Harus cepat dilakukan (reshuffle kabinet)," tegas Anwar. [wah]

SUMBER © NUSANEWS.ID
loading...
KOMENTAR PEMBACA