logo

12/09/18

Heboh soal 'Prasasti SBY', Begini Sejarah Bandara Lombok

Heboh soal 'Prasasti SBY', Begini Sejarah Bandara Lombok

NUSANEWS -  Bandara Internasional Lombok, NTB, akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Elite Partai Demokrat (PD) memprotes rencana ini karena khawatir prasasti yang ditandatangani presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diganti oleh Jokowi.

"Pak Jokowi, apakah Anda tidak punya rasa malu mau mengganti prasasti Bandara Lombok dengan prasasti baru bertanda tangan Anda? ini Video SBY meresmikan membangun dan meresmikan Bandara Lombok," kata Wasekjen PD Andi Arief melalui akun Twitter, Rabu (12/9/2018).

Penggantian nama bandara ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018. Adapun Zainuddin Abdul Majid merupakan tokoh NTB yang ditetapkan menjadi pahlawan nasional berdasarkan Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017. Kebetulan TGKH Zainuddin Abdul Majid adalah kakek Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang.

"Pergantian itu sudah mendapat persetujuan dari DPRD dan gubernur. Sudah, dan itu kan tokoh nasional, pahlawan nasional satu-satunya dari NTB," kata Menhub Budi Karya Sumadi saat dimintai konfirmasi detikcom.

Bandara Internasional Lombok diresmikan oleh SBY pada 2011. Sebelumnya, bandara di NTB adalah Selaparang.

Bandara tersebut dibangun karena Bandara Selaparang dianggap tak mampu menampung laju penumpang dari dan ke Lombok. Kala itu, Lombok mulai dilirik mata internasional sebagai destinasi wisata selain Bali.

Kala itu SBY meresmikan Bandara Internasional Lombok bersama 2 menteri barunya, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Baru meresmikan, SBY langsung meminta runway bandara itu diperpanjang.

"Sekarang runway baru 2.750 meter. Perlu diperpanjang menjadi 3.000 meter. Kepada Menteri Perhubungan saya minta ini tidak terlalu lama. Kan hanya diperpanjang 250 meter," kata SBY saat berpidato dalam peresmian bandara, Kamis (20/10/2011).

Dalam acara peresmian tersebut juga hadir Jusuf Kalla, yang kala itu merupakan mantan wakil presiden. SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla pada periode 2004-2009. Selain itu, SBY langsung bertemu dengan PM Malaysia yang kini telah lengser, Najib Razak, di Lombok setelah meresmikan bandara.

Dibangun pada 2005

Bandara Internasional Lombok (BIL) dibangun pada 2005 atau pada periode pertama kepemimpinan SBY. Saat itu, yang menjabat Menteri Perhubungan adalah Hatta Rajasa.

Sempat ada penolakan oleh sekelompok masyarakat atas pembangunan bandara tersebut. Padahal pihak Angkasa Pura I sudah membebaskan lahan seluas 500 hektare untuk pembangunan bandara.

Hatta Rajasa, yang sedianya melakukan peletakan batu pertama waktu itu, sempat diminta pulang oleh aparat kepolisian karena situasi genting. Namun Hatta menolak kembali ke Jakarta dan tetap melanjutkan prosesi peletakan batu pertama.

Pembangunan Bandar Udara Lombok menelan biaya Rp 945,8 miliar. Meski berbiaya relatif tinggi, kehadiran BIL saat itu dianggap mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...