logo

13/09/18

Bicara Perang Tagar, Wasekjen Gerindra Singgung Iklan Jokowi Di Bioskop

Bicara Perang Tagar, Wasekjen Gerindra Singgung Iklan Jokowi Di Bioskop

NUSANEWS - Aparat keamanan dinilai tidak adil dalam menyikapi kemunculan Gerakan #2019GantiPresiden. Berbeda dengan Gerakan #Jokowi2Periode yang dijaga ketat, Gerakan #2019GantiPresiden malah dilarang.

Begitu kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade dalam diskusi polemik “Tagar #2019GantiPresiden Vs #Jokowi2Periode” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

"Intinya bahwa masalah tagar ini karena ada ketidakmampuan, ketidaksiapan pihak penguasa yang bahwa untuk melihat bahwa tagar #2019GantiPresiden ini direspon positif oleh masyarakat sehingga munculah pelarangan dan persekusi," tegasnya.

Padahal, menurut dia, deklarasi #2019GantiPresiden tidak pernah sekalipun mengajak orang untuk melakukan persekusi ataupun makar terhadap pemerintah.

Tagar yang diinisiasi oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera itu, sambung Andre, sebatas bentuk berekspresi. Tidak pernah sekalipun gerakan itu mengajak masyarakat untuk bersikap nyinyir terhadap pemerintah.

Dia kemudian mengambil contoh pemutaran iklan Joko Widodo di bioskop. Kebanyakan masyarakat datang untuk menonton film yang diinginkan, tapi saat menunggu film itu diputar muncul iklan yang berisi tentang kesuksesan pemerintah membangun infrastruktur.

Namun demikian, pengunjung bioskop tidak pernah melakukan persekusi kepada pemilik bioskop lantaran tidak senang dengan iklan tersebut.

"Kami nggak nyinyir, kalau kita nonton bioskop. Kita datang ke bioskop untuk nonton film. Nah, yang kita tonton waktu film mau mulai apa? Jokowi yang kita tonton. Tidak pernah kami persekusi di depan bioskop kenapa kami harus nonton Jokowi setiap kita mau nonton bioskop," pungkasnya. [ian]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...