logo

10/08/18

Profil Ma'ruf Amin, Asam Garam Sang Kiai di Panggung Politik

Profil Ma'ruf Amin, Asam Garam Sang Kiai di Panggung Politik

NUSANEWS - "Jaga kami ya Allah, bangsa kami daripada upaya-upaya yang menghancurkan kami. Upaya-upaya yang melemahkan bangsa kami dari upaya yang akan memecah belah bangsa kami," itulah doa KH Ma'ruf Amin sesaat sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.

Jokowi dan tujuh partai koalisi telah meminangnya menjadi cawapres. Berikut profil sosok kuda hitam dalam Pilpres 2019 tersebut.

Jalan politik Sang Kiai

Perjalanannya di dunia politik dimulai pada Pemilu 1971. Pada pemilihan umum itu, dia berhasil menjadi anggota DPRD DKI Jakarta pada usia 28 tahun.

Selama menjadi legislator di Ibu Kota, Ma'ruf Amin beberapa kali menduduki posisi strategis. Antara lain sebagai Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Lalu, dia membuat gebrakan dengan menyeberang dari PPP ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusan ini mengantarkannya menjadi Ketua Komisi VI DPR. Dia juga sempat duduk sebagai Anggota MPR.

Pada rentang waktu cukup panjang yakni 2001-2007, dia fokus di MUI, sebagai Ketua Komisi Fatwa dan Dewan Syariah Nasional. Kemudian, pada 2007, Ma'ruf Aminditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dari unsur ulama hingga 2014.

Muhktamar NU ke-33 di Jombang menghantarkan pria kelahiran Banten ini menjadi pemimpin tertinggi (Rois Aam) PBNU periode 2015-2020.


Pernikahan dengan Wuri

Ma'ruf dan Wury Estu menikah pada 31 Mei 2014 di aula Masjid Sunda Kelapa. Wury dengan Ma'ruf Amin memiliki selisih usia 30 tahun lebih muda darinya.

Keduanya menikah usai menjalani proses taaruf yang cukup singkat. Saat itu keduanya berstatus sama-sama sendiri, sebab Wury sudah menjanda 2 tahun, sedangkan Ma'ruf menduda 7 bulan usai istri pertamanya, Siti Churiyah meninggal dunia.

Pernikahan ini berawal saat Wury yang merupakan seorang perawat gigi di Puskesmas dikenalkan oleh atasannya yakni Kiai Hidayat, sahabat dekat Ma'ruf Amin.

Pernikahan itu istimewa karena yang menjadi saksi adalah Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa yang baru saja bertarung dalam Pilpres 2014. JK adalah pasangan Jokowi, sementara Hatta dipinang Prabowo.

Ketua MUI Din Syamsuddin saat itu sempat bercanda mengaku telah menyiapkan pernikahan untuk KH Ma'ruf Amin sepeninggalan istrinya.


"Memang kami di MUI merasa sakit mengetahui wakil ketua umum tidak ada yang mengurus, kita juga ada pembicaraan antara dewan pimpinan dan rasanya belum lengkap kalau Wakil Ketua MUI masih sendirian. Kami juga merasa sakit melihat waketum masih tidur sendirian," ujarnya.

Saat akan dijodohkan ternyata KH Ma'ruf sudah bertemu Wuri dan langsung mengadakan pernikahan hari ini.

"Saya sudah meminta beberapa anggota pengurus untuk menikahkan Ma'ruf. Namun sebelum dicarikan Ma'ruf sudah menemukan, memang dia sangat berpengalaman," canda Din.

Gelar Profesor

Laman resmi Nahdlatul Ulama menyebut, pada Rabu, 24 Mei 2017, Ma'ruf Amin mendapatkan gelar profesor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Magribi, Malang. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristek Dikti) Nomor 69195/A2.3/KP/2017, tentang pengangkatannya sebagai profesor dengan status sebagai dosen tidak tetap dalam bidang Ilmu Ekonomi Syariah di UIN Malang.

Sidang senat terbuka itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menristek Dikti Muhammad Natsir, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Dia disebut mewarisi etos generasi santri salaf (klasik) yang sibuk dengan mengkaji ilmu Islam yang termaktub dalam kitab kuning. Kajian dalam kitab kuningnya tidak berhenti dalam diskusi dan ngaji, tetapi diaktualisasikan (dan diamalkan) dalam membangun bangsa dan negara.

"Tak heran kemudian kalau KH Ma'ruf Amin sekarang menduduki posisi tertinggi dalam tradisi keulamaan, Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI Pusat. Dalam tradisi NU, kedudukan Rais Aam NU bukan amanah biasa, karena selain kedalaman ilmu pengetahuan, juga mempunyai posisi istimewa dalam spiritual," tulis situs tersebut.

Kini akankah Sang Kiai menjadi wakil presiden RI tahun 2019? [ian]


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...