Breaking

logo

Minggu, 12 Agustus 2018

Politikus PDIP: Ma'ruf Amin Bisa Lampaui Tes Kesehatan dan Jasmani

Politikus PDIP: Ma'ruf Amin Bisa Lampaui Tes Kesehatan dan Jasmani

NUSANEWS - Tahap tes kesehatan pasangan calon Joko Widodo - Ma'ruf Amin hari ini, diwarnai spekulasi yang beredar bahwa Ma'ruf Amin bisa tak lolos dalam tes, mengingat usia yang sudah 75 tahun dan soal riwayat kesehatan yang disebut pernah asam urat.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menepis spekulasi itu. Dia meyakini kesehatan Ketua Umum MUI itu akan mendukung tugas berat yang akan dilampaui sebagai cawapres jika terpilih. Toh, Ma'ruf selama ini juga tetap aktif berdakwah.

"Stamina beliau selama ini sudah membuktikan bahwa di berbagai tugas yang banyak di keumatan maupun di pemerintahan, baik di watinpres maupun di BPIP, dapat dijalankan tanpa hambatan," kata Eva kepada kumparan, Minggu (12/8).

Tes kesehatan jasmani dan kejiwaan KH Ma'ruf Amin akan bisa dilampaui dengan baik
 - Eva Sundari 

(Eva Sundari meralat pernyataan sebelumnya yang menyebut Ma'ruf Amin bisa diganti jika tak lolos tes kesehatan. Eva meminta maaf atas pernyataan tersebut).

Eva menyatakan, tidak fair dan etis jika hasil tes belum keluar publik sudah mengandai-andai kegagalan apalagi sudah mengadili. "Mahathir saja usia 92 tahun, jangan diminta tes marathonlah, yang penting capable memimpin. Siapa yang meragukan kapasitas kepemimpinan Pak KH Ma'ruf Amin?" tanya Eva.

Jokowi dan Ma'ruf Amin di Gedung Medical Check Up RSPAD Gatot Soebroto Jakarta (12/8). (Foto: Dok. Agus Suparto)

Eva mengatakan, Jokowi membutuhkan pasangan dengan kekuatan lahir dan batin untuk menjalankan pemerintahan di periode kedua. Dalam hal ini, Ma'ruf Amin disiapkan sebagai cawapres karena kesiapan fisik dan mentalnya.

"Jokowi membutuhkan pasangan dengan kekuatan lahir dan batin yang tidak sembarang orang maupun wapres bisa memberikan sebagaimana KH Ma'ruf," tuturnya.

Jokowi-Ma'ruf mengikuti tahapan tes pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat menjadi capres-cawapres di RSPAD, Gatot Soebroto, Jakarta sejak pagi. Nantinya, hasil pemeriksan akan diserahkan pada KPU dalam waktu 2 hari ke depan.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting, menyebut kandidat memang bisa diganti jika tak lolos kesehatan, alias tidak memenuhi syarat sebagai capres-cawapres. Kandidat pengganti diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol.

"Ya bisa (diganti yang tak lolos tes kesehatan)," ucap Komisioner KPU Evi Novida Ginting kepada kumparan.

Dalam Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pilpres, kandidat yang tak lolos kesehatan atau 'tidak mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden', bisa diganti dengan kandidat lain karena dianggap tak penuhi syarat.

Pasal 24 peraturan itu menjelaskan:

(1) Dalam hal berdasarkan hasil verifikasi dokumen perbaikan bakal pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, KPU meminta kepada partai politik atau gabungan partai politik pengusul untuk mengusulkan bakal pasangan calon baru sebagai pengganti.

Lalu Pasal 29, diatur tentang hasil dari tes kesehatan adalah 'mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani' untuk menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2019.

(1) Tim pemeriksa kesehatan menetapkan kesimpulan hasil pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon dalam rapat pleno.

(2) Kesimpulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan ke dalam berita acara yang ditandatangani oleh ketua tim pemeriksa kesehatan yang menyatakan:

a. calon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani; 

SUMBER © NUSANEWS.ID
loading...

Loading...