logo

06/08/18

KKSB Serang Tim Ekspedisi Papua Terang dengan 30 Senjata Laras Panjang

KKSB Serang Tim Ekspedisi Papua Terang dengan 30 Senjata Laras Panjang

NUSANEWS - Kodam XVII Cenderawasih mengklaim bahwa Tim Ekspedisi Papua Terang di Paniai diserang menggunakan 30 senjata api (senpi) laras panjang.

Pada penghadangan pertama di Kampung Muyadebe, Distrik Wegemuka, tim dihadang 50 orang kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) yang membawa sekitar 10 pucuk senjata laras panjang, serta senjata campura seperti panah, parang, dan kampak.

“Lalu tak berapa lama, dari kiri dan kanan serta belakang rumah warga Kampung Bokoa keluar, puluhan warga dan 30 orang KKSB membawa 20 pucuk senjata laras panjang mengepung tim ekspedisi,” jelas Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, Senin (6/8).

Menurut Aidi, anggota KKSB mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. “Anggota TNI pimpinan Serma Alfius Gobay melawan dan mencoba pertahankan senjatanya, tapi mereka lebih banyak. Sehingga KKSB merampas tiga pucuk senjata laras panjang," paparnya.

Namun, kata Aidi, sejumlah warga yang mendukung dan melindungi tim ekspedisi berdatangan dan mengusir kelompok KKSB. "Guna menghindari jatuhnya korban, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tak ada yang mengeluarkan tembakan," jelasnya.

Penyerangan yang dilakukan kepada tim ekspedisi ini sangat disayangkan Kodam XVII Cenderawasih. Sebab, Tim Ekspedisi Papua Terang tengah melakukan pekerjaannya guna mendukung program pemerintah mewujudkan Papua terang, dan diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke pedalaman menikmati penerangan listrik.

Dengan terjadinya peristiwa ini, maka sama saja KKSB menghambat proses pembangunan di tanah Papua dengan melakukan tindakan kekerasan dan tidak berprikemanusiaan.

"KKSB mempersenjatai diri secara ilegal, dan selalu membuat kekacauan di tanah Papua, dengan dalih perjuangan kemerdekaan Papua serta ingin memisahkan diri dari NKRI. Padahal merekalah yang telah merampas kemerdekaan masyarakat Papua. Mereka menciptakan teror dan melakukan pembantaian baik terhadap masyarakat sipil maupun terhadap aparat keamanan," kata Aidi.

Menurut Aidi, Tim Ekspedisi Papua Terang sebagian besar mahasiswa yang kebanyakan berasal dari putra terbaik asal Papua, beserta tenaga ahli dari PLN untuk mewujudkan program pemerintah Papua terang sampai di pedalaman Papua.

"Sebaliknya, KKSB malah menyerang Tim Ekspedisi Papua Terang, dan melakukan tindakan kekerasan, melukai aparat keamanan, merampas senjata, dan yang paling penting mereka menghambat proses pembangunan di Papua," ujarnya.

Aidi menambahkan, jika nanti aparat keamanan melaksanakan penindakan hukum, KKSB selalu berdalih dan berteriak-teriak minta perlindungan kepada LSM, Komnas HAM, bahkan kepada oknum pendeta yang mendukung tindakan kekejaman KKSB. (Katharina)

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...