Breaking

logo

Selasa, 07 Agustus 2018

Fahri Hamzah Sebut Direzim Jokowi Tak Ada Kepastian Hukum

Fahri Hamzah Sebut Direzim Jokowi Tak Ada Kepastian Hukum

NUSANEWS - Mengambangnya beberapa kasus hukum di bangsa ini tak lepas dari sikap tidak bertanggung-jawab yang dipertontonkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam merespon berbagai masalah hukum yang terjadi saat ini, baik korupsi, narkoba hingga terorisme.

Menurut Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah, sikap tidak bertanggung-jawab ini membuat sikap negara luar ke Indonesia tak baik, karena mereka berpikir bahwa Indonesia tak mampu hadirkan kepastian hukum.

“Sikap Jokowi ini menjadi simbol sinyal tidak baik buat dunia internasional, bahwa di negara ini tak ada kepastian hukum. Ini kan dimain-mainkan terus di kasus korupsi BLBI, kasus Centuri, Pelindo 2, kasus reklamasi hingga kasus Novel Baswedan terlihat main-main dan semua ini adalah permainan atas akumulasi imej, bahwa Indonesia ini adalah negara hukum,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Senin (6/8).

Parahnya, masalah ini pernah disampaikan secara langsung oleh Presiden Jokowi pada bulan puasa kemarin. Namun, hal itu tidak direspon oleh Jokowi secara serius, hingga bangsa ini terus mengalami keterpurukan di bidang ekonomi yang bersumber dari ketidak pastian hukum tersebut.

“Anda ingat, saya ngomong langsung ke Jokowi saat buka puasa bersama di rumah Ketua DPR (Bambang Soesatyo-red), bahwa ini ekonomi tak bergerak dengan jor-joran seperti ini, bapak sudah habis-habisan menarik subsidi, ngutang dan sebagainya, pertumbuhan ekonomi hanya 5 persen gimana itu,” ujarnya.

Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menduga ada sesuatu yang salah, dan kondisi seperti ini akan menjadikan negara lain tidak percaya dengan Indonesia.

“Artinya ada sesuatu yang salah dan yang salah itu apa. Orang sudah tak lagi percaya dengan Indonesia karena tak ada kepastian dan itu sudah saya ingatkan ke Presiden, tapi Presiden tak paham bagaimana menciptakan kepastian hukum, karena setiap ada apa-apa dia selalu lepas tangan. Kasus Novel, BLBI dia lepas tangan, seolah-olah tidak boleh intervensi,” jelasnya..

“Ini bukan soal intervensi, anda sebagai Presiden, dipilih dengan puluhan triliun uang rakyat untuk memilih anda, maka selesikan masalah, jangan kalau tidak selesai dan bilang bukan tanggung jawab saya, iyakan dan klaim itu tanggung jawab penegak hukum, sementara anda kepala negara dan kepala pemerintahan dan kasus penegakan hukum adalah tanggung jawab anda,” tambahnya.

Lanjut Fahri, jika sikap Presiden seperti ini maka ke depan tak perlu memilih Presiden karena tidak ada tugas yang harus dia selesaikan. “Kalau anda lepas tanggung jawab kepada semua orang, terus buat apa kita milih Presiden,” pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
loading...

KOMENTAR PEMBACA

Loading...