logo

12/08/18

Dukung Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet Ngaku Gak Dapat Jatah

Dukung Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet Ngaku Gak Dapat Jatah

NUSANEWS - Ratna Sarumpaet menyatakan dukungan penuhnya kepada pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 mendatang.

Dukungan itu ia maktubkan dengan membawa Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) melalui hasil rakernas di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Presidium GSI itu menyatakan, ada kesamaan platform antara perjuangan GSI dengan Prabowo-Sandiaga.

Atas alasan itu, sekaligus menjadi dasar kuat bagi GSI mati-matian akan memenangkan pasangan tersebut.

“Sekarang ini kan ada dua pasangan calon, yang menyadari betul bahwa Pancasila dan UUD kita perlu adanya pembenahan adalah kubu Pak Prabowo,” kata Ratna.

Ibunda selebritis Atiqah Hasiholan itu menyatakan, saat ini UUD 45 sudah mengalami banyak amanaden.

Tercatat sudah empat kali amandemen sejak 1999 sampai 2002. Atas Dasar itu, ia menganggap UUD 45 sudah tidak ada lagi.

GSI sendiri, jelasnya, mengusung gerakan kembali ke UUD 45 naskah asli.

Pihaknya melihat, pasangan Prabowo-Sandiaga melihat potensi dalam memperjuangan hal yang sama.

Sehingga Ratna yakin, pasangan yang disokong Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat itu akan menjadikan program GSI ini sebagai programnya juga.

“Kita punya gentle agreement dari percakapan-percakapan kita soal perjuangan ini,” ujarnya.

Sementara bagi dia, kubu Jokowi kendati sering melontarkan jargon Pancasila tetapi tidak mengerti substansinya.

“Sementara di kubu Pak Jokowi walaupun sering bilang ‘Saya Pancasila’ tapi kan nggak ngerti maknanya,” katanya.

Selain itu Ratna juga menampik anggapan bahwa pihaknya mendapat jatah tertentu dengan dukungan tersebut.

Bahkan, ia menegaskan bahwa GSI juga sama sekali tak memiliki kontrak politik apapun atas dukungan itu.

“Kita tidak ada kontrak politik apapun. Kita hanya punya kesamaan visi saja,” tegasnya.

Ratna menepis adanya kontrak politik yang menyangkut soal power sharing ke depannya jika pasangan Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

“Yang saya jamin jika mereka (Prabowo-Sandi) berkuasa saya akan tetapi begini, saya tetap keukeuh dengan apa yang saya minta,” tegas dia.

Bagi GSI, majunya pasangan ini membawa secercah harapan untuk memperbaiki Indonesia dengan mengembalikan jati diri bangsa dan menjalankan amanat konstitusinya.

“Nanti kalau mereka berkuasa tetap saja saya demo,” pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...