Breaking

logo

Minggu, 12 Agustus 2018

Diserang Hoax Jual Pulau Bali, Sri Mulyani Akan Polisikan Pemilik Akun Sandy Yah

Diserang Hoax Jual Pulau Bali, Sri Mulyani Akan Polisikan Pemilik Akun Sandy Yah

NUSANEWS - Mentri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati diserang fitnah keji berupa berita hoax yang dialamatkan kepadanya.

Pada Oktober tahun lalu, beredar berita fitnah/hoax yang menyebut dirinya seolah-olah mengeluarkan pernyataan "Jika rakyat mengijinkan daerah Bali kita jual untuk bayar hutang".

Akan tetapi kini link berita yang dimaksud telah dihapus dan adminnya menghilang entah kemana.

Namun demikian, sebuah akun Facebook bernama Sandy Yah mengunggah 'screen shot' berita tersebut pada tanggal 10 Agustus 2018 atau bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Fitnah keji berita hoax yang diunggah Sandy Yah itu mendapatkan respon tinggi dari para netizen.

Terbukti dari jumlah tanggapan di atas angka 300, lebih dari 200 komentar dan dibagikan 4.200 kali.

Diserang sedemikian rupa, Sri Mulyani Indrawati geram dan mengecam keras tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut.

Melalui akun Instagramnya @smindrawati dan akun Facebook Sri Mulyani Indrawati, pada Minggu (12/8/2018) malam, mantan direktur Bank Dunia itu mengatakan dengan tegas bahwa berita tersebut tidak benar.

"Berita tersebut adalah FITNAH KEJI dan TIDAK BENAR! Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak untuk diperjual-belikan."

Dikatakannya, NKRI sejak diproklamirkan oleh para pendiri bangsa Indonesia, harus terus dijaga kedaulatan dan kemerdekaannya dengan membangun sampai ke pelosok negeri untuk menciptakan rakyat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Menurutnya, hal itu adalah mandat konstitusi UUD 1945 yang dijalankan secara konsisten dan penuh kesungguhan.

Keuangan Negara, APBN termasuk kebijakan utang negara selalu kita dijaga dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab.

Keuangan Negara, APBN dan utang negara dibahas dan disetujui oleh DPR dalam bentuk UU APBN, diperiksa dan diaudit oleh BPK serta dipertanggungjawabkan di depan DPR.

Semua informasi, data dan kebijakan dibahas secara terbuka dan disampaikan secara transparan kepada publik melalui website Kemenkeu.

Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat untuk semakin hati-hati dan jangan percaya kepada berita fitnah dan berita palsu serta tidak benar seperti yang ditujukan kepadanya.

"Peredaran berita FITNAH dan TIDAK BENAR tersebut sengaja dilakukan untuk menyerang Pemerintah, kebijakan Fiskal dan Keuangan Negara secara tidak berdasar, dan untuk menyerang pribadi Menteri Keuangan RI. Tindakan hukum bagi pembuat dan pengedar berita HOAX akan dilakukan terhadap Pemilik akun bernama Sandy Yah yang mengedarkan berita FITNAH dan TIDAK BENAR," tutur Sri Mulyani Indrawati. (M15)

SUMBER © NUSANEWS.ID
loading...

Loading...